moved to www.gradika.com
We’ve moved to new offices in www.gradika.com
Gradika memilih judul Green Building pada artikel pertamanya di blog ini, untuk mensikapi kondisi lingkungan kita yang mulai terasa dampak dari global warming, efek rumah kaca, polusi yang tak terbendung serta bertumbuhnya desain bangunan yang tidak mencitrakan alam sebagai tema utamanya. Desain bangunan di Indonesia sebaiknya tidak melupakan kaidah-kaidah arsitektur tropis yang notabene sudah sesuai dengan kondisi “alamnya” dan iklim di Indonesia. Arsitektur tropis sudah dipopulerkan sejak jamannya sang arsitek kawakan F.Silaban, namun seiring perkembangan jaman, kaidah tersebut mulai ditinggalkan, bangunan yang kebarat2an tanpa perhitungan kondisi cuaca di Indonesia sudah menjadi tren saat ini. Green architecture & green construction merupakan solusi terbaik untuk mengatasi hal ini & mewujudkan kondisi bangunan yang nyaman bagi penghuni & lingkungan sekitarnya.
Konsep Green Building / bangunan hijau dikembangkan pada tahun 1970-an sebagai respons terhadap krisis energi dan keprihatinan masyarakat tentang lingkungan hidup. Inovasi untuk mengembangkan green building terus dilakukan sebagai upaya untuk menghemat energi dan mengurangi masalah-masalah lingkungan.
Green building tidak mudah didefinisikan. Sering dikenal sebagai sustainable building / bangunan berkelanjutan, ada yang menyebutkan sebagai eco-homes/ bangunan yang berwawasan lingkungan. Ada berbagai pendapat tentang apa yang bisa digolongkan sebagai green building, pada umumnya setuju bahwa green building adalah yang strukturnya diletakkan, dirancang, dibangun, direnovasi dan dioperasikan untuk panduan hemat energi, dan memberi dampak positif bagi lingkungan, dampak ekonomi dan sosial. Namun singkatnya menurut Brenda & Robert Vale, green building merupakan suatu pola pikir dalam arsitektur yang memperhatikan unsur-unsur alam yang terkandung di dalam suatu tapak untuk dapat digunakan.
Elemen-elemen green building
Empat bidang utama yang perlu dipertimbangkan dalam green building: material, energi, air dan faktor kesehatan.
1. Material
Ini diperoleh dari alam, renewable sources yang telah dikelola dan dipanen secara berkelanjutan, atau yang diperoleh secara lokal untuk mengurangi biaya transportasi; atau diselamatkan dari bahan reklamasi di lokasi terdekat. Material yang dipakai menggunakan green specifications yang termasuk dalam daftar Life Cycle Analysis (LCA) seperti: energi yang dihasilkan, daya tahan material, minimalisasi limbah, dan dapat untuk digunakan kembali atau didaur ulang.
2.Energi
Perencanaan dalam pengaturan sirkulasi udara yang optimal untuk menurangi penggunaan AC. Mengoptimalkan cahaya matahari sebagai penerangan di siang hari. Green building juga menggunakan tenaga surya & turbin angin sebagai penghasil listrik alternatif.
3.Air
Mengurangi penggunaan air & menggunakan STP (siwage treatment plant) untuk mendaur ulang air dari limbah rumah tangga sehingga bsa digunakan kembali untuk tanki toilet, penyiram tanaman, dll. Menggunakan peralatan hemat air, seperti shower bertekanan rendah , kran otomatis ( self-closing or spray taps), tanki toilet yang low-flush toilet. Yang intinya mengatur penggunaan air dalam bangunan sehemat mungkin.
4.Faktor Kesehatan
Menggunakan material & produk-produk yang non-toxic akan meningkatkan kualitas udara dalam ruangan, dan mengurangi tingkat asma, alergi dan sick building syndrome. Materialyang bebas emisi, dan tahan untuk mencegah kelembaban yang menghasilkan spora dan mikroba lainnya. Kualitas udara dalam ruangan juga harus didukung menggunakan sistem ventilasi yang efektif dan bahan-bahan pengontrol kelembaban yang memungkinkan bangunan untuk bernapas.
Selain 4 bidang di atas, green building dapat menekan biaya untuk pekerjaan konstruksinya, dan memenuhi kebutuhan yang lebih luas dari masyarakat, dengan menggunakan tenaga kerja lokal, dan memastikan bangunan diletakkan tepat bagi kebutuhan masyarakat.
Pendekatan Holistik
Green building memerlukan pendekatan holistik yang menganggap masing-masing komponen dari sebuah bangunan, yang berhubungan dengan konteks seluruh bangunan & juga mempertimbangkan dampak lingkungan yang lebih luas dengan masyarakat di sekitarnya. Ini adalah pendekatan yang sangat kompleks yang memerlukan kontraktor, arsitek dan desainer untuk berpikir kreatif, menggunakan integrasi sistem di seluruh pekerjaan mereka. Ada beberapa teknologi dan metodologi penilaian yang dapat membantu pembangun dengan proses ini termasuk BREEAM (Building and Research Establishment Environmental Assessment Method) dan Eco-Homes.
Membangun Harapan untuk Masa Depan
Meskipun masih dalam masa pengembangan, green building termasuk pesat pertumbuhannya. Di negara maju seperti Ingris sudah menuntut spesifikasi green building dalam perencanaan & pembangunan bangunan baru, sebagai bagian dari strategi sustainable building yang lebih luas, dan ini berarti bahwa nantinya green building muncul di seluruh penjuru negeri. Dalam usia terancam oleh perubahan iklim, kekurangan energi yang semakin meningkat dan masalah kesehatan, memang masuk akal untuk membangun rumah yang tahan lama, menghemat energi, mengurangi limbah dan polusi, dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan. Green Building lebih dari sebuah konsep untuk hidup berkelanjutan, tetapi bisa membangun harapan untuk masa depan.
eko yusuf pranggono – gradika.
dikutip & disadur dari
www.sustainablebuild.co.uk
www.inhabitat.com
Hello world!
Finally after a long journey,gradika‘s blog completed. Although the data uploaded & posting was slow due to limited time, we will always update the latest developments from gradika.
For course overview, PT.Grha Adhika Kalyana as often known by PT.Gradika, originally was a General Contractor company engaged in the construction of buildings, but now expand its business in the architectural design & construction which includes buildings, interior & landscape, as well as provision of Loose furniture & interior fittings.
Hopefully this gradika’s blog can provide information and useful for you, the customers & potential customers ..
Akhirnya setelah sekian lama, blog gradika tersusun juga. Walaupun upload data & postingnya terasa lambat karena keterbatasan waktu, kami akan selalu update perkembangan terbaru dari gradika.
Untuk selayang pandang saja, PT.Grha Adhika Kalyana yang sering dikenal dengan PT.Gradika, awalnya adalah sebuah perusahaan General Contractor yang bergerak di bidang konstruksi bangunan saja, namun sekarang sudah melebarkan sayapnya pada desain arsitektural & konstruksi yang mencakup gedung, interior, landscape, termasuk pula penyediaan/ penjualan Loose Furniture & kelengkapannya.
Semoga blog gradika ini dapat bermanfaat bagi anda para konsumen & calon konsumen kami..
regard,
eko yusuf pranggono,st – pt. grha adhika kalyana.






visitor comments